Artikel KPU Kab. Jayawijaya

Tragedi Kapal Van der Wijck: Tenggelamnya Kapal, Terbukanya Luka Sejarah Pelayaran Nusantara

Jayawijaya - Nama Kapal Van der Wijck tercatat dalam sejarah sebagai salah satu tragedi pelayaran terbesar di masa Hindia Belanda. Kapal penumpang milik perusahaan pelayaran Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) ini tenggelam pada 20 Oktober 1936 di perairan Laut Jawa, menewaskan ratusan penumpang dan awak kapal. Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memicu evaluasi besar terhadap standar keselamatan pelayaran kolonial.

Profil Kapal Van der Wijck

Kapal SS Van der Wijck merupakan kapal penumpang dan barang yang melayani rute antarpelabuhan di Nusantara, seperti:

  • Surabaya
  • Batavia (Jakarta)
  • Semarang
  • Pontianak

Kapal ini mengangkut penumpang Eropa, pribumi, dan Tionghoa, mencerminkan mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat kolonial pada masa itu.

Kronologi Tenggelamnya Kapal

Pada pelayaran terakhirnya dari Surabaya menuju Batavia, Kapal Van der Wijck mengalami:

  • Cuaca buruk dan gelombang tinggi
  • Kebocoran serius pada lambung kapal
  • Kegagalan teknis yang diduga akibat kerusakan struktural

Air laut masuk dengan cepat, menyebabkan kapal miring dan akhirnya tenggelam. Proses evakuasi berlangsung kacau karena:

  • Keterbatasan sekoci
  • Kurangnya pelatihan darurat
  • Kepanikan penumpang

Ratusan orang dinyatakan tewas atau hilang di laut.

Korban dan Dampak Kemanusiaan

Tragedi ini menelan lebih dari 400 korban jiwa (angka bervariasi dalam berbagai sumber sejarah). Banyak korban berasal dari kalangan pribumi yang berada di kelas penumpang bawah, memunculkan kritik tajam terhadap:

  • Diskriminasi kelas di kapal
  • Standar keselamatan yang timpang
  • Prioritas penyelamatan penumpang Eropa

Respons Pemerintah Kolonial

Pemerintah Hindia Belanda membentuk komisi penyelidikan untuk mengungkap penyebab tenggelamnya kapal. Hasil penyelidikan menyoroti:

  • Kondisi kapal yang sudah tua
  • Perawatan yang tidak optimal
  • Lemahnya regulasi keselamatan

Tragedi ini mendorong pembaruan dalam:

  • Aturan inspeksi kapal
  • Ketersediaan alat keselamatan
  • Prosedur evakuasi penumpang

Kapal Van der Wijck dalam Ingatan Sejarah

Peristiwa tenggelamnya Kapal Van der Wijck menjadi:

  • Simbol kelalaian keselamatan pelayaran
  • Cermin ketimpangan sosial kolonial
  • Pelajaran penting dalam manajemen transportasi laut

Nama Van der Wijck juga sering disalahartikan sebagai rujukan pada novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya HAMKA. Meski judulnya sama, novel tersebut adalah karya fiksi, bukan laporan langsung tragedi 1936, meskipun terinspirasi oleh konteks sosial zamannya.

Pelajaran dari Tragedi Van der Wijck

Beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik:

  • Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama
  • Regulasi dan pengawasan pelayaran tidak boleh kompromi
  • Transportasi laut memiliki dimensi kemanusiaan dan keadilan sosial

(Gholib)

Referensi:

  1. Vickers, Adrian – A History of Modern Indonesia
  2. Lindblad, J. Thomas – Between Dayak and Dutch: The Economic History of Southeast Kalimantan
  3. Dick, Howard et al. – The Emergence of a National Economy: An Economic History of Indonesia
  4. Ricklefs, M.C. – A History of Modern Indonesia since c.1200
  5. HAMKA – Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (sebagai konteks sastra dan sosial)
  6. Arsip KPM & Hindia Belanda – Dokumentasi Pelayaran Kolonial

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 87 kali