Longsor Mengintai Negeri: Ancaman Senyap di Balik Lereng dan Hujan Ekstrem
Jayawijaya - Bencana tanah longsor terus menjadi salah satu ancaman serius di wilayah bergunung dan berlereng curam. Intensitas hujan yang meningkat akibat perubahan iklim, ditambah alih fungsi lahan, menjadikan longsor kian sering terjadi dan menelan korban jiwa serta kerugian material. Indonesia dengan topografi pegunungan dan curah hujan tinggi—termasuk negara dengan risiko longsor yang tinggi.
Apa Itu Longsor?
Longsor adalah pergerakan massa tanah, batuan, atau material campuran menuruni lereng akibat gaya gravitasi. Peristiwa ini dapat berlangsung cepat (debris flow) atau perlahan (rayapan tanah), bergantung pada jenis material dan kondisi pemicu.
Jenis-Jenis Longsor
- Longsor Translasi – massa tanah bergerak di bidang gelincir datar.
- Longsor Rotasi – pergerakan melengkung seperti sendok.
- Aliran Bahan Rombakan (Debris Flow) – campuran tanah, batu, dan air mengalir cepat.
- Runtuhan Batuan (Rock Fall) – jatuhan batu dari tebing terjal.
- Rayapan Tanah (Creep) – pergerakan lambat, sering merusak bangunan secara bertahap.
Penyebab Utama Longsor
Faktor Alam
- Curah hujan tinggi dan berkepanjangan
- Kemiringan lereng terjal
- Jenis tanah labil (lempung, vulkanik muda)
- Getaran gempa bumi
Faktor Aktivitas Manusia
- Penebangan hutan dan hilangnya vegetasi penahan tanah
- Pemotongan lereng untuk jalan dan permukiman
- Drainase buruk yang meningkatkan kejenuhan air tanah
- Beban bangunan berlebih di lereng
Dampak Longsor
- Korban jiwa dan luka-luka
- Kerusakan rumah, jalan, dan fasilitas umum
- Terputusnya akses ekonomi dan logistik
- Degradasi lingkungan dan sedimentasi sungai
- Trauma sosial bagi masyarakat terdampak
Pola Longsor di Indonesia
Sebaran longsor banyak terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan wilayah pegunungan lainnya. Musim hujan dan pancaroba sering menjadi periode dengan kejadian tertinggi.
Mitigasi dan Pencegahan Longsor
Upaya Struktural
- Pembuatan terasering
- Tembok penahan tanah
- Perbaikan sistem drainase
- Rekayasa lereng sesuai kaidah geoteknik
Upaya Non-Struktural
- Reboisasi dan aksi tanam pohon
- Pemetaan wilayah rawan
- Edukasi kebencanaan dan simulasi evakuasi
- Pengaturan tata ruang berbasis risiko
Peran Masyarakat dan Pemerintah
Pemerintah bertanggung jawab pada regulasi tata ruang, peringatan dini, dan penanganan darurat. Masyarakat berperan melalui kewaspadaan lokal, pelaporan tanda-tanda longsor (retakan tanah, pohon miring), serta menjaga tutupan vegetasi.
Tanda-Tanda Awal Longsor
- Retakan tanah memanjang di lereng
- Mata air baru atau air keruh keluar dari tanah
- Pohon, tiang, atau bangunan miring
- Suara gemuruh dari dalam tanah
(Gholib)
Referensi:
- Varnes, D.J. – Slope Movement Types and Processes
- Highland, L.M. & Bobrowsky, P. – The Landslide Handbook
- Cruden, D.M. & Varnes, D.J. – Landslide Types and Processes
- Soemarwoto, Otto – Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan
- Hardiyatmo, H.C. – Penanganan Tanah Longsor dan Erosi
- BNPB – Pedoman Mitigasi Bencana Geologi